Hidup bagai narapidana
Di dalam penjara suci
Aduhai betapa mengherankan
Orang-orang yang mencela cinta
Dan menganggapnya sebagai penyakit
Yang meluluh lantahkan dinding ketabahan
Aku berseru pada singgasana langit
Berilah kami kebahagiaan dalam cinta
Singkaplah tirai derita
Yang selalu membelenggu kalbu
Bagaimana mungkin aku tak tergila-gila
Bila melihat gadis bermata indah
Yang waajahnya bak mentari pagi
Bersinar cerah menggapai balik bukit memecahkan kegelapan malam
Cinta kasih dan sayang telah menyatu mengalir bersama aliran darah di tubuhku
Cinta bukanlah harapan atau ratapan walau tiada harapan
Aku akan setia menunggu
Senin, 21 Februari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar