Menatap dirimu dalam bola mataku
biasakan rasa yang penuh harap
Akan tergambar di bola mata itu
Desiran kalbu menyeringai
"tak ada dirimu dalam bola mata itu"
Seakan ingin menyadarkanku
Tak adanya balas dari tatapku
Sekali lagi kucoba
Mengukir namaku dihatinya
Naamun tak mudah untuk menggoresnya
Karena kerasnya hati yang tak ingin mencinta
Betapapun hati telah terpikat
Pada sosok terang dalam kegelapan
Yang telah menghidupkan sinar redupku
namun tak dapat menyinari
Dan menghangatkan perasaanku
Perasaan dalam yang tak berujung
Karena cinta yang tak disambut
Tak pernah tersentuh
Oleh sinar debar jantung kekasihku
menyakitkan memang
Rasa di raga yang tak terbalaskan
Membimbing suara hati yang menyerukan
"jadikan itu suatu pengalaman!!"
RUMAH KLIK
*
Dibayar Rp 100 - Rp. 150 untuk tiap klik ikla.
*
Dibayar Rp 50 - Rp. 100 untuk tiap klik iklan dari referal Anda.
*
Minimum pay out Rp 20.000,-/(Rp.10.000,- premium)
*
Pay Out Melalui Bank BCA, BAnk Mandiri, Bank BRI, BNI (Menyusul) dan ATM Bersama.
*
Iklan untuk member premium lebih banyak dan Pay Out Lebih Cepat
AYO BURUAN KLIK
* Dibayar Hingga Rp 300,- untuk tiap klik iklan.
* Dibayar Hingga Rp 150,- untuk tiap klik iklan dari referal.
* Minimal Payout Rp. 50.000,-
1. IDR-CLICKIT
* Dibayar Hingga Rp 100,- untuk tiap klik iklan.
* Dibayar Hingga Rp 50,- untuk tiap klik iklan dari referal.
* Minimal PO Rp. 20.000,-
* Referal sewa dan cari.
KLIK AJA DEH
* Dibayar Hingga Rp 300,- untuk tiap klik iklan.
* Dibayar Hingga Rp 150,- untuk tiap klik iklan dari referal Anda.
* Komisi hingga 5% untuk setiap transaksi referal langsung Anda.
* Referal beli dan cari
* Minimal Payout Rp. 50.000,-
Tampilkan postingan dengan label antology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label antology. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 05 Maret 2011
Rabu, 02 Maret 2011
seiring rasa kebersamaan dalam
menelusuri langkah-langkah
terlahirlah pula rasa akan keberadaan
jalinan hati yang telah tertempuh
agar kata rindu tetap tertempuh
terpaut kuat dalam pesona dahaga asmara
untuk ciptakan angan cita-cita
dan lahirlah cinta sejati yang pernah
lahir dalam kedahagaan seperti angin biru mengelus lembut
tatkala malam bulan purnama
semburan sejuta bintang asmara
takkan terhitungkan
tuk menghiasi indahnya kalbu
di malam-malam yang sunyi
kurenungkan sebuah memori
betapa sepinya hati ini
tanpa kebersamaan seorang kawan
tapi apalah daya waktu yang menentukan kita tuk terpisah..
menelusuri langkah-langkah
terlahirlah pula rasa akan keberadaan
jalinan hati yang telah tertempuh
agar kata rindu tetap tertempuh
terpaut kuat dalam pesona dahaga asmara
untuk ciptakan angan cita-cita
dan lahirlah cinta sejati yang pernah
lahir dalam kedahagaan seperti angin biru mengelus lembut
tatkala malam bulan purnama
semburan sejuta bintang asmara
takkan terhitungkan
tuk menghiasi indahnya kalbu
di malam-malam yang sunyi
kurenungkan sebuah memori
betapa sepinya hati ini
tanpa kebersamaan seorang kawan
tapi apalah daya waktu yang menentukan kita tuk terpisah..
Rabu, 23 Februari 2011
wahai burung-burung yang terbang diangkasa
wahai negri indonesia yang damai
tolonglah aku
sembuhkanlah rasa gundah gulana
yang membuat kalbuku tersiksa
dengarkanlah tangisanku, suara batinku
ya rob jadikan kau angan-angan, suara batinku
buatlah aku terhibur dengan cahaya matanya
seperti kau hiasi dia untukku
atau buatlah dia membenciku
sedang aku akan tetap mencintainya
meski banyak nian aral melintang
wajahmu bak rembulan purnama
dengan keharuman bunga lily
aku telah berlutut dan tunduk pada cinta
siapakah yang tahan menghadapi derita karena asmara?
asmara telah datang padaku
aku menyayangimu
dan tak bisa berpaling dari selain diirmu
wahai negri indonesia yang damai
tolonglah aku
sembuhkanlah rasa gundah gulana
yang membuat kalbuku tersiksa
dengarkanlah tangisanku, suara batinku
ya rob jadikan kau angan-angan, suara batinku
buatlah aku terhibur dengan cahaya matanya
seperti kau hiasi dia untukku
atau buatlah dia membenciku
sedang aku akan tetap mencintainya
meski banyak nian aral melintang
wajahmu bak rembulan purnama
dengan keharuman bunga lily
aku telah berlutut dan tunduk pada cinta
siapakah yang tahan menghadapi derita karena asmara?
asmara telah datang padaku
aku menyayangimu
dan tak bisa berpaling dari selain diirmu
Senin, 21 Februari 2011
Ketika semburat jingga bertengger letih
tatapku beradu dalam petang
samar terpancar panah cahaya mentari
seperti sisa tanya dalam sudut hatiku
apakah aku benar-benar mengenalmu?
aku merasa bersahabat dengan kehampaan
kau sangat abstrak!!! terlihat maya
kau bagai jarak yang tak tertempuh
selama ini aku terjaga dalam mimpi
namun, kini kuhidup di atas dunia
bersatu dengan kenyataan
mungkin aku memang bukan yang pertama
bukan juga yang kedua
bahkan bukan pula yang terakhir
tapi kaulah yang pertama terbingkai indah dalam ruang sempit di tepian hatiku
Dan kau tak pernah bisa mengerti
dengan apa aku membingkaimu?
haruskah aku bertahan dalam derita
aku...dan segala kebodohanku
telah tenggelam di dasar samudra
tatapku beradu dalam petang
samar terpancar panah cahaya mentari
seperti sisa tanya dalam sudut hatiku
apakah aku benar-benar mengenalmu?
aku merasa bersahabat dengan kehampaan
kau sangat abstrak!!! terlihat maya
kau bagai jarak yang tak tertempuh
selama ini aku terjaga dalam mimpi
namun, kini kuhidup di atas dunia
bersatu dengan kenyataan
mungkin aku memang bukan yang pertama
bukan juga yang kedua
bahkan bukan pula yang terakhir
tapi kaulah yang pertama terbingkai indah dalam ruang sempit di tepian hatiku
Dan kau tak pernah bisa mengerti
dengan apa aku membingkaimu?
haruskah aku bertahan dalam derita
aku...dan segala kebodohanku
telah tenggelam di dasar samudra
Hidup bagai narapidana
Di dalam penjara suci
Aduhai betapa mengherankan
Orang-orang yang mencela cinta
Dan menganggapnya sebagai penyakit
Yang meluluh lantahkan dinding ketabahan
Aku berseru pada singgasana langit
Berilah kami kebahagiaan dalam cinta
Singkaplah tirai derita
Yang selalu membelenggu kalbu
Bagaimana mungkin aku tak tergila-gila
Bila melihat gadis bermata indah
Yang waajahnya bak mentari pagi
Bersinar cerah menggapai balik bukit memecahkan kegelapan malam
Cinta kasih dan sayang telah menyatu mengalir bersama aliran darah di tubuhku
Cinta bukanlah harapan atau ratapan walau tiada harapan
Aku akan setia menunggu
Di dalam penjara suci
Aduhai betapa mengherankan
Orang-orang yang mencela cinta
Dan menganggapnya sebagai penyakit
Yang meluluh lantahkan dinding ketabahan
Aku berseru pada singgasana langit
Berilah kami kebahagiaan dalam cinta
Singkaplah tirai derita
Yang selalu membelenggu kalbu
Bagaimana mungkin aku tak tergila-gila
Bila melihat gadis bermata indah
Yang waajahnya bak mentari pagi
Bersinar cerah menggapai balik bukit memecahkan kegelapan malam
Cinta kasih dan sayang telah menyatu mengalir bersama aliran darah di tubuhku
Cinta bukanlah harapan atau ratapan walau tiada harapan
Aku akan setia menunggu
Langganan:
Postingan (Atom)



























